Prakerin BLC Telkom Klaten - KPLI Klaten

Selasa, 27 Oktober 2015

Setting Mikrotik di Winbox

Tidak ada komentar

Setting Mikrotik di Winbox Secara Dynamic



1. Siapkan router mikrotik

2. hubungkan mikrotik dengan laptop/pc menggunakan kabel utp.

3. buka aplikasi winbox

4. pilih conek ke mac address yang memiliki ip 0.0.0.0

5. lalu klik connect

6. kemudian beri identitas dari mikrotik dengan cara pilih syistem-→ identity lalu beri nama, misal

    SMK SAKTI

7. Kemudian ke interface. Pada ether 1 beri nama WAN dengan cara klik ether1 lalu tombol C .

    pada ether2 menjadi admin. Lalu untuk ether-ether selanjutnya sesuaikan dengan rancangan  
    yang telah dibuat sebelumnya. Ether 5 untuk hostpot. Hidupkan wlan1 dengan cara klik Wlan

    kemudian pilih icon V pada ikon di atas.

  . Setelah itu berikan IP dari ether-ether tersebut dan tidak boleh sama. Pada ether 1 tidak perlu

    karena WAN akan mendapatkan IP otomatis. Dalam pemberian IP atau prefiknya juga harus di

    sesuaikan dengan penggunanya. Pilih tanda + kemudian isikan ip add dan sesuaikan interface  
    nya. Apply –> ok. Dari interface ether2 sampai Wlan.

9. setelah itu pilih IP --> DHCP Client → klik ikon + → ether1 (WAN) → apply → ok. Lihat apakah   
     sudah bound.

10. kemudian IP → DNS → pada servers tambahkan DNS nya. Pilih tanda kebawah untuk

      menambahkan DNS nya.

11. masuk ip dhcp server → dhcp setup → tentukan DHCP server interface pilih ether yang

      diperlukan kecuali ether 1 karena ether1 untuk dhcp client. Misalnya ether2 (admin) ether5

      (hostpot) → ikuti perintahnya dengan di Next-next terus hingga successful lalu ok.

12. pilih IP lagi → firewall → NAT → pilih ikon + → pada general chain:scrnat → Out interface:

      pilih ether1. Kemudian pilih action, ubah action menjadi masquerade → lalu apply → ok

13. Masuk pada wireles → Interface → klik dua kali pada Wilan → wireless ubah mode: menjadi

      apbridge , ubah band menjadi 2GHz-B/G/N, ubah frekuency dengan cara di scan dahulu untuk

      mengetahui frekuensi berapa yang belum ada agar tidak terjadi tabrakan. Misalnya yang tidak

      ada 2432 maka pada frekuency isikan 2432. Setelah frekuency lalu ubah nama SSID misalnya

      SMK SAKTI (pemberian identitas pada wifi). Kemudian apply → ok.


14. Lalu System → NTP Client beri tanda v pada enable. Lalu isikan primary NTP Server dan

      Secondary NTP Server. Kemudian apply → ok.


15. Lalu System → clock → Time Zone Name: Asia/Jakarta → apply → ok.


16. System lagi → password → new password: SMKSAKTI (misal) dan confirm password:

      SMKSAKTI (misal).
 17. IP → Hostpot → user profile → general → ubah Name : SMKSAKTI (misal) –> shared user :

      75 (misal). Apply → ok.Kemudian user → ubah nama: SMK SAKTI(misal) dan password :

      SMKSAKTI(misal) → apply → ok. Kemudian server profile → login → hilangkan tanda pada

      cookie → apply → ok . Servers → pilih tanda + lalu tentukan Hostpot Interface: ether5 (misal)

      kemudian ikuti perintah selanjutnya next-next… kemudian untuk DNS Name : Login

      SMKSAKTI (misal) → apply → ok.


Kemudian cek pada terminal: ping google.com


Coba juga di webbrowser ;)















~Semoga Bermanfaat~







Tidak ada komentar :

Posting Komentar