Indah Retno

Prakerin BLC Telkom Klaten - KPLI Klaten

Minggu, 31 Juli 2016

Gelombang Radio

Tidak ada komentar
         GELOMBANG RADIO




Assalamualaikum,,

        
Sebelum masuk pada apa itu gelombang radio, saya akan mengingatkan kembali apa itu
frekwensi, panjang gelombang, dan modulasi. Kata yang saya sebutkan tadi sudah tidak asing kan bagi sobat sekalian.. Nah langsung saja pada pembahasan..



A. Frekwensi

              Frekwensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan. Selain itu frekwensi juga dapat diartikan banyaknya getaran gelombang yang terjadi dalam waktu satu detik.



B. Panjang Gelombang

              Panjang gelombang adalah sebuah jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang. Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi f, jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang diberikan. Panjan gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa,


C. Modulasi

             Modulasi merupakan proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga  
menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu 
informasi (biasanya berfrekwensi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa,
     biasanya berupa gelombang sinus berfrekwensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci padansuatu
     gelombang sinusiuodal yaitu : aplitudo, fase, dan frekwensi.
              Modulasi frekwensi adalah suatu metode untuk mengirimkan isyarat frekuensi rendah
    dengan cara me modulasi frekuensi gelombang pembawa ber frekuensi tinggi. Kecepatan sudut
    pembawa dibuat berubah-ubah dengan amplitudo isyarat pemodulasi.

              Macamnya modulasi itu,,

1. Modulasi Analog
          Dalam modulasi analog proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Teknik yang dipakai dalam modulasi analog yaitu:
      - Angle Modulation :
      a. Modulasi Fase ( Phase Modulation- PM)
      b. Modulasi Frekwensi ( Frekwency Modulation- FM)
      - Modulasi Amplitude / Amplitudo Modulation- AM

2. Modulasi Digital

               Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) kedalam sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier) memiliki ciri-ciri dari bit-bit ( 0 atau 1) yang didukung.

Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital, yaitu :

a. ASK
        Amplitude Shift Keying atau pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo, merupakan suatu metoda modulasi dengan mengubah-ubah amplitude. Keuntungan : bit per baud (kecepatan digital ) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya.

b. FSK
          Frekwency Shift Keying atau pengiriman sinyal melalui pergeseran frekwency. FSK merupakn modulasi yang paling sering digunakan. FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Talex dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).

c. PSK
                  Phase Shift Keying atau pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Ada dua jenis modulasi PSK :
1. BPSK, adalah format yang paling sederhana dari PSK.
2. QPSK, kadang-kadang dikenal sebagai quarternary atau quadriphase PSK atau 4-PSK.
     



            Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
Gelombang elektromagnetik lain yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
            Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik, dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Dari pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima (pesawat radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran, dan informasi.
            Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran, dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
            Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
            Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.
Nah,
Frekuensi radio mengacu kepada spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena.


Sumber: