Jumat, 19 Agustus 2016
Perencanaan Jaingan Nirkabel
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
7:00:00 PM
Perencanaan Jaingan Nirkabel
Assalamualaikum sobat,,
Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam merencanakan Jaringan Nirkabel
1. Identifkasi kegiatan srvey ( koordinat, zona, channel, noise)
a. Tentkan oordinat letak keddkn station, jarak ara terhaap BTS dengan GPS dan kompas
pada peta.
b. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructre) sepanjang path.
c. Hitng SOM, path, dan accessories loss, EIRP, Freznl Zone, ketinggian antena.
d. Perhtikn posisi teradap station lain, kemdin potens hidden station, over shoot, dan
test noise serta interferensi.
e. Tentkan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternative seandainya
ada keslitan dlam instalasi.
f. Rencnakan sejumla alternative moe instalasi.
2. Kapasitas jaringan nirkabel
3. Topologi jaringan nirkabel
Berikt jens topologi yng dignakan pada jaringan wireless :
- Independent Basic Service Set (IBSS)
AdHoc sering disebt Independent Basic Service Set (IBSS). Jarngn AHoc
terbentuk bila diantara client wireless yang dlengkapi dengan wireless LAN card
saling terhubung satu sama sama lain secara langsung. Tiak memerlukan perantra
seperti access point. Kelemahannya : Semakin banyak trnsmisi semakin lambat,
karena tidak ada konsentrator (AP) menyebabkan wireless tidak teratur. Collusion
sangat mungkin terjadi.
- Basic Servce Set
Koneksi wireless client diperantarai oleh sebah AP.
- Extended Service Set
Pada topologi ESS terdapat lebh dari satu access point yang diinginkan. Tujunnya
untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Gabungan dari topologi BSS.
- Paduan BSS dan ESS
4. Mengidentifikasi interkoneksi perangkat jaringan
5. Kondisi Channel, channel dapat di ibaratkan seperti sebuah jalan standar protokol
802.11 a/b/g dengan frekuensi 2.4 GHz dan dengan jumlah 14 channel. Channel
ini hars di perhatikan untuk mencegah interferensi.
6. Interferensi
Beberapa sumber noise:
- Natural noise
- Manmade noise
- Microwave oven
~ Sekian dari saya dan Semoga Bermanfaat ~
Assalamualaikum sobat,,
Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam merencanakan Jaringan Nirkabel
1. Identifkasi kegiatan srvey ( koordinat, zona, channel, noise)
a. Tentkan oordinat letak keddkn station, jarak ara terhaap BTS dengan GPS dan kompas
pada peta.
b. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructre) sepanjang path.
c. Hitng SOM, path, dan accessories loss, EIRP, Freznl Zone, ketinggian antena.
d. Perhtikn posisi teradap station lain, kemdin potens hidden station, over shoot, dan
test noise serta interferensi.
e. Tentkan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternative seandainya
ada keslitan dlam instalasi.
f. Rencnakan sejumla alternative moe instalasi.
2. Kapasitas jaringan nirkabel
3. Topologi jaringan nirkabel
Berikt jens topologi yng dignakan pada jaringan wireless :
- Independent Basic Service Set (IBSS)
AdHoc sering disebt Independent Basic Service Set (IBSS). Jarngn AHoc
terbentuk bila diantara client wireless yang dlengkapi dengan wireless LAN card
saling terhubung satu sama sama lain secara langsung. Tiak memerlukan perantra
seperti access point. Kelemahannya : Semakin banyak trnsmisi semakin lambat,
karena tidak ada konsentrator (AP) menyebabkan wireless tidak teratur. Collusion
sangat mungkin terjadi.
- Basic Servce Set
Koneksi wireless client diperantarai oleh sebah AP.
- Extended Service Set
Pada topologi ESS terdapat lebh dari satu access point yang diinginkan. Tujunnya
untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Gabungan dari topologi BSS.
- Paduan BSS dan ESS
4. Mengidentifikasi interkoneksi perangkat jaringan
5. Kondisi Channel, channel dapat di ibaratkan seperti sebuah jalan standar protokol
802.11 a/b/g dengan frekuensi 2.4 GHz dan dengan jumlah 14 channel. Channel
ini hars di perhatikan untuk mencegah interferensi.
6. Interferensi
Beberapa sumber noise:
- Natural noise
- Manmade noise
- Microwave oven
~ Sekian dari saya dan Semoga Bermanfaat ~
Jumat, 05 Agustus 2016
Jaringan Nirkabel | Jenis dan Karakteristik
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
8:10:00 PM
Jaringan Nirkabel
Jaringan nirkabel dapat juga dianggap sebagai perkembangan teknologi pada saat ini. Jaringan nirkabel telah memberikan solusi untuk masalah akses informasi di daerah
terpencil (tidak terjangkau oleh jaringan speedy). Bahkan sekarang ini jaringan yang
sempat ditinggalkan kini tenar lagi, yaitu jaringan PAN.
Jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel ada beberapa diantaranya adalah jaringan
WPAN, WLAN, WMAN, WWAN. Standar pada jaringan tersebut berbeda-beda dan
kecepatan, range (jarak), yang berbeda-beda juga. Jaringan nirkabel biasanya
menghubungkan anatar satu sistem komputer dengan sistem (alat) yang lain dengan
menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio,
gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.
Jaringan nierkabel ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaanya.
Kelebihan dari jaringan ini yaitu lebih mudah dalam proses instalasi, area kerja yang
luas, serta kebebasan dalam beraktivitas. Kelebihan dari teknologi nierkabel ini yaitu
lebih mahal, delay besar,dan tata keamanan tidak terjaga.
JENIS-JENIS JARINGAN NIRKABEL
1. WPAN (Wireless Personal Area Networks)
merupakan jaringan wireless dengan jangkauan area yang kecil. Contoh Bluetooth,
Infrared, ZigBee.
2. WLAN (Wireless Local Area Networks)
merupakan jaringan wireless yang memiliki jangkauan yang jauh lebih luas
dibanding WPAN. Saat ini WLAN mengalami banyak peningkatan dari segi
kecepatan dan luas cakupannya. Awalnya WLAN ditujukan untuk
perangkat jaringan lokal, namun saat ini sudah digunakan untuk jaringan internet
(digunakan untuk mengakses internet).
3. WMAN (Wireless Metropolitan Area Networks)
Jaringan wireless network yang menghubungkan beberapa jaringan WLAN.
Contoh teknologi WMAN adalah WiMAX.
4. WWAN (Wireless Wide Area Networks)
Jaringan wireless yang umumnya menjangkau area luas misalnya menghubungkan
kantor pusa dan kantor cabang. Baik di dalam ataupun di luar provinsi bahkan
antar negara.
5. Celullar Network
Celullar Network atau Mobile Network merupakan Jaringan radio terdistribusi
yang melayani media komunikasi perangkat mobile seperti handphone, pager, dll.
Contoh: GSM, PCS, dan D-AMPS.
KARAKTERISTIK JARINGAN NIRKABEL
Perangkat keras
1. Nirkabel Router
Wireless Router adalah perangkat Router yang berfungsi meneruskan paket data
dari satu network ke network lainnya (dari LAN ke WLAN). Perbedaan antara
wireless router dengan wireless biasa adalah kemampuannya pada penanganan
jaringan wireless dan juga kemampuan untuk difungsikan ke beberapa mode.
Wireless router juga dapat difungsikan sebagai access point dengan cara
menonaktifkan fungsi routernya dan diaktifkan fungsi Access Pointnya. Wireless
Router semacam ini disediakan oleh vendor seperti mikrotik, tplink, Linksys, dll.
2. Nirkabel AP atau Wireless Access Point (WAP)
Wireless Access Point adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengkoneksikan
alat-alat wireless ke sebuah jaringan berkabel (wired network) menggunakan wifi,
bluetooth, dll. WAP digunakan untuk membuat jaringan WLAN atau memperluas
cakupan area wifi yang sudah ada (Menggunakan Mode Bridge). WAP adalah titik
pusat jaringan wireless, alat ini memancarkan frekwensi radio untuk mengirimkan
data dan menerima data. Dalam jaringan wired, WAP sama fungsinya dengan Hub
atau switch. Konfigurasi WAP terbilang cukup sederhana, seperti penentuan SSID,
Channel, dan pemilihan jenis authentication.
ANTENNA
Antena adalah perangkat jaringan yang mempunyai fungsi significant dalam
rangka memperluas area jangkauan dari jaringan. Bentuk dari antena dapat
mempengaruhi pola radiasi pancar gelombang radio. Terdapat beberapa antena yang
mempunyai pola radiasi sangat besar dan luas, ada juga antena yang mempunyai pola
radiasi yang terfokus ke arah tertentu.
Pemanfaatan antena ini sangat membantu dalam rangka membuat jaringan computer
yang lebih komplek dan luas. Dengan antenna proses komunikasi data akan lebih
fleksibel, dan efisien, karena tidak harus menarik banyak kabel.
1. Antena directional
Antenna ini merupakan jenis antenna dengan narrow bandwidth, yaitu mempunyai
sudut pemancar yang kecil dengan daya lebih terarah. , jaraknya jauh tetapi tidak dapat
menjangkau area yang luas. Antenna ini mengirim dan menerima sinyal radio hanya
dalam satu arah.
Antenna ini biasanya digunakan untuk koneksi point to point, atau multiple point.
Contoh antenna directional adalah: antenna grid, disc parabolic, yagi, dan antenna
sectoral.
a. Antenna Patch
Antena jenis ini sangat cocok digunakan di dalam ruangan, atau gedung untuk
melayani komunikasi data client. Pemasangan antena ini biasanya ditempelkan
di tembok menghadap area client. Sebab pola radiasi dari antena Patch adalah
melebar sesuai dengan arah antenna tersebut.
b. Antenna Grid
Ketersediaan antena grid sudah cukup mudah didapatkan di pasaran, dan harganya
juga semakin terjangkau. Untuk merangkai antena Grid seperti ini, tidak
membutuhkan peralatan yang banyak, cukup dengan menggunakan Tang atau
kunci pas. Antena ini akan sangat membantu bagi mereka yang ingin membuat
jaringan antar gedung dengan gegografis yang jauh. Disbanding harus menarik
kabel, antena ini jelas lebih efisien.
c. Antena Yagi
Dari bentuknya, antena yagi seperti antena TV yang sering kita lihat dipasang di
atas atap rumah. Pola radiasi dari antena ini mengerucut sesuai dengan arah
antena, sehingga daya pancarnya menjadi sangat terfokus, dan jaraknya menjadi
sangat jauh. Antena ini di manfaatkan di luar gedung (outdoor).
d. Antenna parabola (Disc Antenna)
Jenis antena ini adalah jenis antena omnidirectional yang paling powerfull.
Karena antenna ini mempunyai gain paling besar. Pola radiasi sangat terarah,
focus dan jarak jangkauannya sangat jauh. Selain dapat beli jadi di pasaran,
kita juga dapat merangkai sendiri dengan memanfaatkan peralatan seperti wajan,
peralon, tutup peralon, kabel UTP, USB Donggle. Merangkainya pun cukup
mudah.
2. Antenna omnidirectional
a. Rubber Duck
Antenna ini biasanya digunakan pada access point (AP), Handphone, laptop, dll.
Antenna ini mempunyai pola radiasi 360 derajat. MempunyaI sudut pancaran
yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600. Area jangkauannya luas namun jarak
jangkaunya pendek. Antenna ini mengirim atau menerima sinyal radio
(Radiowave) dari segala arah secara sama. Antenna ini biasanya digunakan untuk
koneksi mulitiple point atau hotspot.
b. Mast Mount
Antena ini adalah antena omni yang sangat powerfull, karena dapat mempunyai
pola radiasi 360 derajat dan hampir merata. Antenna ini digunakan di luar
ruangan (outdoor). Jenis antena omnidirectional yang bisa kita dapatkan dengan
mudah dipasaran. Cara merangkainya mudah, bahkan lebih mudah dibanding
merangkai antena grid. Antenna ini sebaiknya di pasang di posisi yang tepat.
Karena posisi dari antena akan sangat berpengaruh pada penerimaan dan
pemancaran gelombang radio dari wireless adaptor client yang radiasinya 360
derajat. Antena ini akan sangat membantu bagi mereka yang ingin membuat
jaringan antar gedung dengan gegografis yang jauh. Disbanding harus menarik
kabel, antena ini jelas lebih efisien.
https://id.wikipedia.org/wiki/Nirkabel
http://ouzet.blogspot.co.id/2012/12/jenis-jenis-jaringan-nirkabel-muhammad.html
http://pdctik.blogspot.co.id/2015/09/jenis-jenis-teknologi-jaringan-nirkabel.html
http://jaringan-insight.blogspot.co.id/2015/08/karakteristik-perangkat-wireless-dan.html
Minggu, 31 Juli 2016
Gelombang Radio
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
4:53:00 AM
GELOMBANG RADIO
Assalamualaikum,,
Sebelum masuk pada apa itu
gelombang radio, saya akan mengingatkan kembali apa itu
frekwensi, panjang gelombang, dan
modulasi. Kata yang saya sebutkan tadi sudah tidak asing kan bagi sobat
sekalian.. Nah langsung saja pada pembahasan..
A. Frekwensi
Frekwensi adalah ukuran jumlah
putaran ulang per peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan. Selain itu
frekwensi juga dapat diartikan banyaknya getaran gelombang yang terjadi dalam
waktu satu detik.
B. Panjang Gelombang
Panjang gelombang adalah sebuah
jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang.
Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi
f, jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang
diberikan. Panjan gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh
frekuensi gelombang. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa,
C. Modulasi
Modulasi merupakan proses
perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga
menjadikan suatu sinyal mampu membawa
suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu
informasi (biasanya berfrekwensi rendah)
bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa,
biasanya berupa gelombang sinus
berfrekwensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci padansuatu
gelombang sinusiuodal yaitu : aplitudo,
fase, dan frekwensi.
Modulasi frekwensi adalah suatu
metode untuk mengirimkan isyarat frekuensi rendah
dengan cara me modulasi frekuensi gelombang
pembawa ber frekuensi tinggi. Kecepatan sudut
pembawa dibuat berubah-ubah dengan
amplitudo isyarat pemodulasi.
Macamnya modulasi itu,,
1. Modulasi Analog
Dalam modulasi analog proses modulasi
merupakan respon atas informasi sinyal analog. Teknik yang dipakai dalam
modulasi analog yaitu:
- Angle Modulation :
a. Modulasi Fase ( Phase Modulation- PM)
b. Modulasi Frekwensi ( Frekwency
Modulation- FM)
- Modulasi Amplitude / Amplitudo
Modulation- AM
2. Modulasi Digital
Modulasi digital merupakan
proses penumpangan sinyal digital (bit stream) kedalam sinyal carrier. Modulasi
digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat
gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated
carrier) memiliki ciri-ciri dari bit-bit ( 0 atau 1) yang didukung.
Pada dasarnya dikenal 3 prinsip
atau sistem modulasi digital, yaitu :
a. ASK
Amplitude Shift Keying atau pengiriman
sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo, merupakan suatu metoda modulasi dengan
mengubah-ubah amplitude. Keuntungan : bit per baud (kecepatan digital ) lebih
besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang
dimilikinya.
b. FSK
Frekwency Shift Keying atau
pengiriman sinyal melalui pergeseran frekwency. FSK merupakn modulasi yang
paling sering digunakan. FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate
kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Talex dan Modem-Data
dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).
c. PSK
Phase Shift Keying atau
pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Ada dua jenis modulasi PSK :
1. BPSK, adalah format yang
paling sederhana dari PSK.
2. QPSK, kadang-kadang dikenal
sebagai quarternary atau quadriphase PSK atau 4-PSK.
Gelombang radio
adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek
bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan
gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio
(RF; "radio frequency"))
pada suatu spektrum
elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara
osilasi elektrik maupun magnetik.
Gelombang elektromagnetik lain
yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
Ketika
gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi
dari medan listrik, dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel.
Dari pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima
(pesawat radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran, dan
informasi.
Undang-undang
Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi
radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran,
dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan,
merupakan ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum
elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000
kilometer per detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan
gelombang audio.
Gelombang
radio merambat pada frekuensi
100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio
merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio,
gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada
gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode
transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo
(AM) dan modulasi
frekuensi (FM).
Meskipun
kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang
suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam
pada umumnya.
Nah,
Frekuensi
radio mengacu kepada spektrum
elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan
oleh pemberian arus
bolak-balik ke sebuah antena.
Sumber:
Jumat, 26 Februari 2016
Mengenal Jendela Cisco Packet Trecer
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
6:41:00 PM
Mengenal Jendela Cisco Packet Trecer
Assalamu'alaikum,,,
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai menu-menu yang ada pada cisco packet trecer. Langsung saja setelah kita mengetauhi apa itu cisco packet tracer mari kita belajar bagian-bagian yang ada didalamnya.
Berikut penjelasan dari masing-masing menu
1. Menubar
File, yang berisikan perintah New, Open, Open Samples, Save, Save As, Save As PKZ,Save As
Common Cartridge, Print, Recent File, dan Exit
Edit, yang berisikan perintah Copy, Paste, Undo, dan Redo
Option, yang berisikan perintah Preferences, User Profile, Algorithm Settings, dan View Command
Log
View, yang berisikan perintah Zoom dan Toolbars
Tools, yang berisikan perintah Drawing Palette dan Custom Devices Dialog
Extensions, yang berisikan perintah Activity Wizard, Multiuser, IPC, Scripting, Clear Terminal
Agent, LAN Multiuser Agent, WAN Multiuser Agent,UPnP Multiuser
Help, yang berisikan perintah Contents, Tutorials, Report an Issue, dan About
2. Toolbar
New, Untuk membuat file baru
Open, Untuk membuka file Packet Tracer
Save, Menyimpan Packet Tracer yang telah kita buat
Print, Mencetak hasil Packet Tracer
Activity Wizard, Membuka aktivitas wizard
Copy, Meng-copy seleksi
Paste, Menempelkan hasil copy
Undo, Membatalkan perintah
Redo, Membatalkan Undo
Zoom In, Memperbesar tampilan layar kerja
Zoom Reset, Mereset layar kerja yang telah di Zoom In atau di Zoom Out
Zoom Out, Memperkecil tampilan layar kerja
3. Command Toolbar
Assalamu'alaikum,,,
Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai menu-menu yang ada pada cisco packet trecer. Langsung saja setelah kita mengetauhi apa itu cisco packet tracer mari kita belajar bagian-bagian yang ada didalamnya.
Berikut penjelasan dari masing-masing menu
1. Menubar
File, yang berisikan perintah New, Open, Open Samples, Save, Save As, Save As PKZ,Save As
Common Cartridge, Print, Recent File, dan Exit
Edit, yang berisikan perintah Copy, Paste, Undo, dan Redo
Option, yang berisikan perintah Preferences, User Profile, Algorithm Settings, dan View Command
Log
View, yang berisikan perintah Zoom dan Toolbars
Tools, yang berisikan perintah Drawing Palette dan Custom Devices Dialog
Extensions, yang berisikan perintah Activity Wizard, Multiuser, IPC, Scripting, Clear Terminal
Agent, LAN Multiuser Agent, WAN Multiuser Agent,UPnP Multiuser
Help, yang berisikan perintah Contents, Tutorials, Report an Issue, dan About
2. Toolbar
New, Untuk membuat file baru
Open, Untuk membuka file Packet Tracer
Save, Menyimpan Packet Tracer yang telah kita buat
Print, Mencetak hasil Packet Tracer
Activity Wizard, Membuka aktivitas wizard
Copy, Meng-copy seleksi
Paste, Menempelkan hasil copy
Undo, Membatalkan perintah
Redo, Membatalkan Undo
Zoom In, Memperbesar tampilan layar kerja
Zoom Reset, Mereset layar kerja yang telah di Zoom In atau di Zoom Out
Zoom Out, Memperkecil tampilan layar kerja
3. Command Toolbar
Move Layout Tool digunakan untuk memindahkan/menggeser workspace ke
kanan atau ke kiri.
Place Note Tool digunakan untuk menambahkan catatan di workspace.
Delete Tool digunakan untuk menghapus device, catatan, objek, dan kabel.
Inspect Tool digunakan untuk melihat tabel operasi/kerja device.
Resize Tool digunakan untuk mengatur ukuran icon device di workspace.
Add Simple PDU Tool digunakan untuk membuat paket ICMP antar device
Add Complex PDU Tool digunakan untuk membuat pengubahan (custom)
paket antar device
4. Device-Type Selection Box
Bagian ini berisi kumpulan dari device dan link yang dapat digunakan di Cisco
Packet Tracer, seperti router, switch, hub, wireless device, connection, end device WAN emulation, custom made device, dan multiuser connection .
5. Device-Specific Selection Box
Bagian ini berisi tampilan komponen yang dapat digunakan saat memilih suatu
device.
6. Scenario Box
Bagian ini mengijinkan user untuk membuat atau menghapus scenario jaringan.
Cisco Packet Tracer merupakan program simulasi jaringan yang sangat cocok digunakan untuk media pembelajaran/pengenalan terhadap jaringan. Penggunaanya yang mudah dan fiturnya yang banyak membuat kita dengan mudah mengerti mengenai jaringan dan pada akhirnya simulasi yang dibuat akan diterapkan
Senin, 22 Februari 2016
Pengenalan Cisco Packet Tracer: Pengertian, Fungsi, Kegunaan
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
6:42:00 PM
Pengenalan Cisco Packet Tracer: Pengertian, Fungsi, Kegunaan
Hai sobat,,, ada pentingnya ketika sobat belajar Cisco Packet Tracer untuk mengetahui apa itu Cisco Packet Tracer?, apa kegunaan? dan apa fungsinya,,?. Nah, dibawah ini paparannya...
Pengertian
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
Kegunaan
Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.Packet Tracer memungkinkan siswa untuk merancang kompleks dan besar jaringan, yang sering tidak layak dengan hardware fisik, karena biaya. Packet Tracer biasanya digunakan oleh siswa CCNA Academy, karena tersedia untuk mereka secara gratis.
Fungsi
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.
Packet Tracer adalah simulator jaringan cross-platform yang dirancang oleh Cisco Systems untuk berjalan di Mac OS, Linux dan Microsoft Windows. Sebuah aplikasi Android serupa juga tersedia. Packet Tracer memungkinkan pengguna untuk membuat topologi jaringan simulasi dengan menyeret dan menjatuhkan router, switch dan berbagai jenis lain dari perangkat jaringan. Sebuah koneksi fisik antara perangkat diwakili oleh "kabel" item. Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol Application Layer , serta dasar routing dengan RIP , OSPF , EIGRP , BDP , dengan luasan yang dibutuhkan oleh arus CCNA kurikulum. Pada versi 5.3, Packet Tracer juga mendukung Border Gateway Protocol , meskipun, protokol ini tidak diajarkan dalam kurikulum CCNA.
Pada versi 6.2, Packet Tracer mendukung tertanam web server dengan JavaScript dan dukungan CSS. Baris perintah dapat digunakan untuk membuat sambungan router-to-pc. Versi 6.1.1 menambahkan dukungan untuk berbagai DHCP, EIGRP dan OSPF perintah, meningkatkan dukungan untuk kebijakan Firewall Zona Berbasis. Versi 6.0 menambahkan dukungan untuk iOS versi 15 dan Hot Standby Routing Protocol .
https://en.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
Hai sobat,,, ada pentingnya ketika sobat belajar Cisco Packet Tracer untuk mengetahui apa itu Cisco Packet Tracer?, apa kegunaan? dan apa fungsinya,,?. Nah, dibawah ini paparannya...
Pengertian
Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.
Kegunaan
Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.Packet Tracer memungkinkan siswa untuk merancang kompleks dan besar jaringan, yang sering tidak layak dengan hardware fisik, karena biaya. Packet Tracer biasanya digunakan oleh siswa CCNA Academy, karena tersedia untuk mereka secara gratis.
Fungsi
Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.
Packet Tracer adalah simulator jaringan cross-platform yang dirancang oleh Cisco Systems untuk berjalan di Mac OS, Linux dan Microsoft Windows. Sebuah aplikasi Android serupa juga tersedia. Packet Tracer memungkinkan pengguna untuk membuat topologi jaringan simulasi dengan menyeret dan menjatuhkan router, switch dan berbagai jenis lain dari perangkat jaringan. Sebuah koneksi fisik antara perangkat diwakili oleh "kabel" item. Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol Application Layer , serta dasar routing dengan RIP , OSPF , EIGRP , BDP , dengan luasan yang dibutuhkan oleh arus CCNA kurikulum. Pada versi 5.3, Packet Tracer juga mendukung Border Gateway Protocol , meskipun, protokol ini tidak diajarkan dalam kurikulum CCNA.
Pada versi 6.2, Packet Tracer mendukung tertanam web server dengan JavaScript dan dukungan CSS. Baris perintah dapat digunakan untuk membuat sambungan router-to-pc. Versi 6.1.1 menambahkan dukungan untuk berbagai DHCP, EIGRP dan OSPF perintah, meningkatkan dukungan untuk kebijakan Firewall Zona Berbasis. Versi 6.0 menambahkan dukungan untuk iOS versi 15 dan Hot Standby Routing Protocol .
https://en.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer
Jumat, 05 Februari 2016
DOD Model / TCP/IP Model
Posted by
Indahnet99.blogspot.com,
on
12:38:00 AM
DOD Model / TCP/IP Model
Assalamualaikum sobat.. sebelum menjurus ke DOD Model akan saya ingatkan apa itu TCP/IP...
Assalamualaikum sobat.. sebelum menjurus ke DOD Model akan saya ingatkan apa itu TCP/IP...
TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju.
Pada postingan sebelumnya telah saya paparkan mengenai OSI Layer, pada postingan saya kali ini akan saya paparkan mengenai DOD Model. DOD Model merupakan nama lain dari Arsitektur model dari TCP/IP.
Berdasarkan gambar disamping dapat diketahui bahwa sebenarnya Network-access-layer pada model DoD berhubungan dengan dua lapisan pada
model OSI yaitu : physical-layer dan data-link-layer. Internet-layer
pada model DoD berhubungan dengan network-layer pada model OSI.
Host-to-host-layer pada modelDoD berhubungan dengan transport-layer pada
model OSI. Process/Applcation-layer pada model DoD berhubungan dengan
tiga lapisan pada model OSI yaitu : sessionlayer, presentation-layer dan
application-layer.
Berikut ini saya paparkan mengenai pengertian DOD Layer dan Lapisan-lapisannya.
Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI,
tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam
diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang
terdiri atas empat lapis.
Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung)
terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut
sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP
merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang
dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.
Dibawah ini merupakan penjabaran tiap-tiap layernya:
1. Network Access
Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang
digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok
seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.
2. Internet
Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.
3. Transport
Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh
Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.
4. Application
Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang
berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada
Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.
Sekian dan Semoga bermanfaat
Sumber : http://wikipedia.com/
Langganan:
Postingan
(
Atom
)


