Indah Retno

Prakerin BLC Telkom Klaten - KPLI Klaten

Jumat, 19 Agustus 2016

Perencanaan Jaingan Nirkabel

Perencanaan Jaingan Nirkabel





Assalamualaikum sobat,,

Berikut ini merupakan langkah-langkah dalam merencanakan Jaringan Nirkabel

1. Identifkasi kegiatan srvey ( koordinat, zona, channel, noise)
a. Tentkan oordinat letak keddkn station, jarak ara terhaap BTS dengan GPS dan kompas
    pada peta.
b. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructre) sepanjang path.
c. Hitng SOM, path, dan accessories loss, EIRP, Freznl Zone, ketinggian antena.
d. Perhtikn posisi teradap station lain, kemdin potens hidden station, over shoot, dan
    test noise serta interferensi.
e. Tentkan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternative seandainya
    ada keslitan dlam instalasi.
f. Rencnakan sejumla alternative moe instalasi.

2. Kapasitas jaringan nirkabel

3. Topologi jaringan nirkabel
     Berikt jens topologi yng dignakan pada jaringan wireless :
     - Independent Basic Service Set (IBSS)
          AdHoc sering disebt Independent Basic Service Set (IBSS). Jarngn AHoc
       terbentuk bila diantara client wireless yang dlengkapi dengan wireless LAN card
       saling terhubung satu sama sama lain secara langsung. Tiak memerlukan perantra 
       seperti access point. Kelemahannya : Semakin banyak trnsmisi semakin lambat,
       karena tidak ada konsentrator (AP) menyebabkan wireless tidak teratur. Collusion
       sangat mungkin terjadi.
    - Basic Servce Set
       Koneksi wireless client diperantarai oleh sebah AP.
    - Extended Service Set
       Pada topologi ESS terdapat lebh dari satu access point yang diinginkan. Tujunnya
       untuk menjangkau area yang lebih jauh lagi. Gabungan dari topologi BSS.
    - Paduan BSS dan ESS

4. Mengidentifikasi interkoneksi perangkat jaringan

5. Kondisi Channel, channel dapat di ibaratkan seperti sebuah jalan standar protokol
    802.11 a/b/g dengan frekuensi 2.4 GHz dan dengan jumlah 14 channel. Channel
    ini hars di perhatikan untuk mencegah interferensi.
6. Interferensi
    Beberapa sumber noise:
    - Natural noise
    - Manmade noise
    - Microwave oven

 ~ Sekian dari saya dan Semoga Bermanfaat ~

Jumat, 05 Agustus 2016

Jaringan Nirkabel | Jenis dan Karakteristik

Jaringan Nirkabel

 Assalamualaikum,, pada postingan ini saya akan menjelaskan seputar Jaringan nirkabel. Apa itu Jaringan nirkabel?, jenis dan karakteristiknya seperti apa?  untuk mengetahuinya langsung pada pembahasan berikut.

            Jaringan nirkabel dapat juga dianggap sebagai perkembangan teknologi pada
saat ini. Jaringan nirkabel telah memberikan solusi untuk masalah akses informasi di daerah
terpencil (tidak terjangkau oleh jaringan speedy). Bahkan sekarang ini jaringan yang
sempat ditinggalkan kini tenar lagi, yaitu jaringan PAN.
            Jenis-jenis teknologi jaringan nirkabel ada beberapa diantaranya adalah jaringan
 WPAN, WLAN, WMAN, WWAN. Standar pada jaringan tersebut berbeda-beda dan
kecepatan, range (jarak), yang berbeda-beda juga. Jaringan nirkabel biasanya
menghubungkan anatar satu sistem komputer dengan sistem (alat) yang lain dengan
menggunakan beberapa macam media transmisi tanpa kabel, seperti: gelombang radio,
gelombang mikro, maupun cahaya infra merah.
            Jaringan nierkabel ini memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaanya.
 Kelebihan dari jaringan ini yaitu lebih mudah dalam proses instalasi, area kerja yang
luas, serta kebebasan dalam beraktivitas. Kelebihan dari teknologi nierkabel ini yaitu
lebih mahal, delay besar,dan tata keamanan tidak terjaga.

JENIS-JENIS JARINGAN NIRKABEL

  1.  WPAN (Wireless Personal Area Networks)
        merupakan jaringan wireless dengan jangkauan area yang kecil. Contoh Bluetooth,
        Infrared, ZigBee.
  2.  WLAN (Wireless Local Area Networks)
        merupakan jaringan wireless yang memiliki jangkauan yang jauh lebih luas
        dibanding WPAN. Saat ini WLAN mengalami banyak peningkatan dari segi
        kecepatan dan luas cakupannya. Awalnya WLAN ditujukan untuk    
        perangkat jaringan lokal, namun saat ini sudah digunakan untuk jaringan internet
       (digunakan untuk mengakses internet).
  3.  WMAN (Wireless Metropolitan Area Networks)
        Jaringan wireless network yang menghubungkan beberapa jaringan WLAN.
        Contoh teknologi WMAN adalah WiMAX.
  4.  WWAN (Wireless Wide Area Networks)
        Jaringan wireless yang umumnya menjangkau area luas misalnya menghubungkan
        kantor pusa dan kantor cabang. Baik di dalam ataupun di luar provinsi bahkan
        antar negara.
   5.  Celullar Network
        Celullar Network atau Mobile Network merupakan Jaringan radio terdistribusi
        yang melayani media komunikasi perangkat mobile seperti handphone, pager, dll.
        Contoh: GSM, PCS, dan D-AMPS.


KARAKTERISTIK JARINGAN NIRKABEL

Perangkat keras
1.  Nirkabel Router
     Wireless Router adalah perangkat Router yang berfungsi meneruskan paket data
     dari satu network ke network lainnya (dari LAN ke WLAN). Perbedaan antara
     wireless router dengan wireless biasa adalah kemampuannya pada penanganan
     jaringan wireless dan juga kemampuan untuk difungsikan ke beberapa mode. 
     Wireless router juga dapat difungsikan sebagai access point dengan cara
     menonaktifkan fungsi routernya dan diaktifkan fungsi Access Pointnya. Wireless
     Router semacam ini disediakan oleh vendor seperti mikrotik, tplink, Linksys, dll.
2.  Nirkabel AP atau Wireless Access Point (WAP)
     Wireless Access Point adalah sebuah alat yang berfungsi untuk mengkoneksikan
     alat-alat wireless ke sebuah jaringan berkabel (wired network) menggunakan wifi,
     bluetooth, dll. WAP digunakan untuk membuat jaringan WLAN atau memperluas
     cakupan area wifi yang sudah ada (Menggunakan Mode Bridge).  WAP adalah titik
     pusat jaringan wireless, alat ini memancarkan frekwensi radio untuk mengirimkan
     data dan menerima data. Dalam jaringan wired, WAP sama fungsinya dengan Hub
     atau switch. Konfigurasi WAP terbilang cukup sederhana, seperti penentuan SSID,
     Channel, dan pemilihan jenis authentication.


 ANTENNA

             Antena adalah perangkat jaringan yang mempunyai fungsi significant dalam
rangka memperluas area jangkauan dari jaringan. Bentuk dari antena dapat
mempengaruhi pola radiasi pancar gelombang radio. Terdapat beberapa antena yang
mempunyai pola radiasi sangat besar dan luas, ada juga antena yang mempunyai pola
radiasi yang terfokus ke arah tertentu.

Pemanfaatan antena ini sangat membantu dalam rangka membuat jaringan computer
yang lebih komplek dan luas. Dengan antenna proses komunikasi data akan lebih
fleksibel, dan efisien, karena tidak harus menarik banyak kabel.
 
1. Antena directional

       Antenna ini merupakan jenis antenna dengan narrow bandwidth, yaitu mempunyai
sudut pemancar yang kecil dengan daya lebih terarah. , jaraknya jauh tetapi tidak dapat
menjangkau area yang luas. Antenna ini mengirim dan menerima sinyal radio hanya
dalam satu arah. 
Antenna ini biasanya digunakan untuk koneksi point to point, atau multiple point.
Contoh antenna directional adalah: antenna grid, disc parabolic, yagi, dan antenna
sectoral.

    a. Antenna Patch

        Antena jenis ini sangat cocok digunakan di dalam ruangan, atau gedung untuk
        melayani komunikasi data client. Pemasangan antena ini biasanya ditempelkan
        di tembok menghadap area client. Sebab pola radiasi dari antena Patch adalah
        melebar sesuai dengan arah antenna tersebut.

   b. Antenna Grid

        Ketersediaan antena grid sudah cukup mudah didapatkan di pasaran, dan harganya
        juga semakin terjangkau. Untuk merangkai antena Grid seperti ini, tidak
        membutuhkan peralatan yang banyak, cukup dengan menggunakan Tang atau
        kunci pas. Antena ini akan sangat membantu bagi mereka yang ingin membuat
        jaringan antar gedung dengan gegografis yang jauh. Disbanding harus menarik
        kabel, antena ini jelas lebih efisien.

   c.   Antena Yagi

         Dari bentuknya, antena yagi seperti antena TV yang sering kita lihat dipasang di
         atas atap rumah. Pola radiasi dari antena ini mengerucut sesuai dengan arah
         antena, sehingga daya pancarnya menjadi sangat terfokus, dan jaraknya menjadi
         sangat jauh. Antena ini di manfaatkan di luar gedung (outdoor).

    d.  Antenna parabola (Disc Antenna)

         Jenis antena ini adalah jenis antena omnidirectional yang paling powerfull.
         Karena antenna ini mempunyai gain paling besar. Pola radiasi sangat terarah,
         focus dan jarak jangkauannya sangat jauh. Selain dapat beli jadi di pasaran,
         kita juga dapat merangkai sendiri dengan memanfaatkan peralatan seperti wajan,
         peralon, tutup peralon, kabel UTP, USB Donggle. Merangkainya pun cukup
         mudah.

 2. Antenna omnidirectional

    a. Rubber Duck

         Antenna ini biasanya digunakan pada access point (AP), Handphone, laptop, dll.
         Antenna ini mempunyai pola radiasi 360 derajat. MempunyaI sudut pancaran
         yang besar (wide beamwidth) yaitu 3600. Area jangkauannya luas namun jarak
         jangkaunya pendek. Antenna ini mengirim atau menerima sinyal radio
        (Radiowave) dari segala arah secara sama. Antenna ini biasanya digunakan untuk
        koneksi mulitiple point atau hotspot. 


    b. Mast Mount

        Antena ini adalah antena omni yang sangat powerfull, karena dapat mempunyai
        pola radiasi 360 derajat dan hampir merata. Antenna ini digunakan di luar
        ruangan (outdoor). Jenis antena omnidirectional yang bisa kita dapatkan dengan
        mudah dipasaran. Cara merangkainya mudah, bahkan lebih mudah dibanding
        merangkai antena grid. Antenna ini sebaiknya di pasang di posisi yang tepat.
        Karena posisi dari antena akan sangat berpengaruh pada penerimaan dan
        pemancaran gelombang radio dari wireless adaptor client yang radiasinya 360
       derajat. Antena ini akan sangat membantu bagi mereka yang ingin membuat
       jaringan antar gedung dengan gegografis yang jauh. Disbanding harus menarik
       kabel, antena ini jelas lebih efisien.


https://id.wikipedia.org/wiki/Nirkabel
http://ouzet.blogspot.co.id/2012/12/jenis-jenis-jaringan-nirkabel-muhammad.html
http://pdctik.blogspot.co.id/2015/09/jenis-jenis-teknologi-jaringan-nirkabel.html
http://jaringan-insight.blogspot.co.id/2015/08/karakteristik-perangkat-wireless-dan.html


Minggu, 31 Juli 2016

Gelombang Radio

         GELOMBANG RADIO




Assalamualaikum,,

        
Sebelum masuk pada apa itu gelombang radio, saya akan mengingatkan kembali apa itu
frekwensi, panjang gelombang, dan modulasi. Kata yang saya sebutkan tadi sudah tidak asing kan bagi sobat sekalian.. Nah langsung saja pada pembahasan..



A. Frekwensi

              Frekwensi adalah ukuran jumlah putaran ulang per peristiwa dalam satuan waktu yang diberikan. Selain itu frekwensi juga dapat diartikan banyaknya getaran gelombang yang terjadi dalam waktu satu detik.



B. Panjang Gelombang

              Panjang gelombang adalah sebuah jarak antara satuan berulang dari sebuah pola gelombang. Panjang gelombang λ memiliki hubungan inverse terhadap frekuensi f, jumlah puncak untuk melewati sebuah titik dalam sebuah waktu yang diberikan. Panjan gelombang sama dengan kecepatan jenis gelombang dibagi oleh frekuensi gelombang. Ketika berhadapan dengan radiasi elektromagnetik dalam ruang hampa,


C. Modulasi

             Modulasi merupakan proses perubahan (varying) suatu gelombang periodik sehingga  
menjadikan suatu sinyal mampu membawa suatu informasi. Dengan proses modulasi, suatu 
informasi (biasanya berfrekwensi rendah) bisa dimasukkan ke dalam suatu gelombang pembawa,
     biasanya berupa gelombang sinus berfrekwensi tinggi. Terdapat tiga parameter kunci padansuatu
     gelombang sinusiuodal yaitu : aplitudo, fase, dan frekwensi.
              Modulasi frekwensi adalah suatu metode untuk mengirimkan isyarat frekuensi rendah
    dengan cara me modulasi frekuensi gelombang pembawa ber frekuensi tinggi. Kecepatan sudut
    pembawa dibuat berubah-ubah dengan amplitudo isyarat pemodulasi.

              Macamnya modulasi itu,,

1. Modulasi Analog
          Dalam modulasi analog proses modulasi merupakan respon atas informasi sinyal analog. Teknik yang dipakai dalam modulasi analog yaitu:
      - Angle Modulation :
      a. Modulasi Fase ( Phase Modulation- PM)
      b. Modulasi Frekwensi ( Frekwency Modulation- FM)
      - Modulasi Amplitude / Amplitudo Modulation- AM

2. Modulasi Digital

               Modulasi digital merupakan proses penumpangan sinyal digital (bit stream) kedalam sinyal carrier. Modulasi digital sebetulnya adalah proses mengubah-ubah karakteristik dan sifat gelombang pembawa (carrier) sedemikian rupa sehingga bentuk hasilnya (modulated carrier) memiliki ciri-ciri dari bit-bit ( 0 atau 1) yang didukung.

Pada dasarnya dikenal 3 prinsip atau sistem modulasi digital, yaitu :

a. ASK
        Amplitude Shift Keying atau pengiriman sinyal berdasarkan pergeseran amplitudo, merupakan suatu metoda modulasi dengan mengubah-ubah amplitude. Keuntungan : bit per baud (kecepatan digital ) lebih besar. Sedangkan kesulitannya adalah dalam menentukan level acuan yang dimilikinya.

b. FSK
          Frekwency Shift Keying atau pengiriman sinyal melalui pergeseran frekwency. FSK merupakn modulasi yang paling sering digunakan. FSK dipergunakan untuk komunikasi data dengan Bit Rate kecepatan transmisi) yang relative rendah, seperti untuk Talex dan Modem-Data dengan bit rate yang tidak lebih dari 2400 bps (2.4 kbps).

c. PSK
                  Phase Shift Keying atau pengiriman sinyal melalui pergeseran fase. Ada dua jenis modulasi PSK :
1. BPSK, adalah format yang paling sederhana dari PSK.
2. QPSK, kadang-kadang dikenal sebagai quarternary atau quadriphase PSK atau 4-PSK.
     



            Gelombang radio adalah satu bentuk dari radiasi elektromagnetik, dan terbentuk ketika objek bermuatan listrik dari gelombang osilator (gelombang pembawa) dimodulasi dengan gelombang audio (ditumpangkan frekuensinya) pada frekuensi yang terdapat dalam frekuensi gelombang radio (RF; "radio frequency")) pada suatu spektrum elektromagnetik, dan radiasi elektromagnetiknya bergerak dengan cara osilasi elektrik maupun magnetik.
Gelombang elektromagnetik lain yang memiliki frekuensi di atas gelombang radio meliputi sinar gamma, sinar-X, inframerah, ultraviolet, dan cahaya terlihat.
            Ketika gelombang radio dikirim melalui kabel kemudian dipancarkan oleh antena, osilasi dari medan listrik, dan magnetik tersebut dinyatakan dalam bentuk arus bolak-balik dan voltase di dalam kabel. Dari pancaran gelombang radio ini kemudian dapat diubah oleh radio penerima (pesawat radio) menjadi signal audio atau lainnya yang membawa siaran, dan informasi.
            Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran menyebutkan bahwa frekuensi radio merupakan gelombang elektromagnetik yang diperuntukkan bagi penyiaran, dan merambat di udara serta ruang angkasa tanpa sarana penghantar buatan, merupakan ranah publik, dan sumber daya alam terbatas. Seperti spektrum elektromagnetik yang lain, gelombang radio merambat dengan kecepatan 300.000 kilometer per detik. Perlu diperhatikan bahwa gelombang radio berbeda dengan gelombang audio.
            Gelombang radio merambat pada frekuensi 100,000 Hz sampai 100,000,000,000 Hz, sementara gelombang audio merambat pada frekuensi 20 Hz sampai 20,000 Hz. Pada siaran radio, gelombang audio tidak ditransmisikan langsung melainkan ditumpangkan pada gelombang radio yang akan merambat melalui ruang angkasa. Ada dua metode transmisi gelombang audio, yaitu melalui modulasi amplitudo (AM) dan modulasi frekuensi (FM).
            Meskipun kata 'radio' digunakan untuk hal-hal yang berkaitan dengan alat penerima gelombang suara, namun transmisi gelombangnya dipakai sebagai dasar gelombang pada televisi, radio, radar, dan telepon genggam pada umumnya.
Nah,
Frekuensi radio mengacu kepada spektrum elektromagnetik di mana gelombang elektromagnetik dapat dihasilkan oleh pemberian arus bolak-balik ke sebuah antena.


Sumber:


Jumat, 26 Februari 2016

Mengenal Jendela Cisco Packet Trecer

Mengenal Jendela Cisco Packet Trecer

Assalamu'alaikum,,, 
          Pada postingan kali ini saya akan menjelaskan mengenai menu-menu yang ada pada cisco packet trecer. Langsung saja setelah kita mengetauhi apa itu cisco packet tracer mari kita belajar bagian-bagian yang ada didalamnya.

                                                 

Berikut penjelasan dari masing-masing menu
1. Menubar

                                                      Menu Bar         
    
    File, yang berisikan perintah New, Open, Open Samples, Save, Save As, Save As PKZ,Save As   
            Common Cartridge, Print, Recent File, dan Exit
   Edit, yang berisikan perintah Copy, Paste, Undo, dan Redo
   Option, yang berisikan perintah Preferences, User Profile, Algorithm Settings, dan View Command 
           Log
   View, yang berisikan perintah Zoom dan Toolbars
   Tools, yang berisikan perintah Drawing Palette dan Custom Devices Dialog
   Extensions, yang berisikan perintah Activity Wizard, Multiuser, IPC, Scripting, Clear Terminal 
        Agent, LAN Multiuser Agent, WAN Multiuser Agent,UPnP Multiuser
   Help, yang berisikan perintah Contents, Tutorials, Report an Issue, dan About

2.  Toolbar
        
                                          Tools Bar            


    New, Untuk membuat file baru
   Open, Untuk membuka file Packet Tracer
   Save, Menyimpan Packet Tracer yang telah kita buat
   Print, Mencetak hasil Packet Tracer
   Activity Wizard, Membuka aktivitas wizard
   Copy, Meng-copy seleksi
   Paste, Menempelkan hasil copy
   Undo, Membatalkan perintah
   Redo, Membatalkan Undo
   Zoom In, Memperbesar tampilan layar kerja
   Zoom Reset, Mereset layar kerja yang telah di Zoom In atau di Zoom Out
   Zoom Out, Memperkecil tampilan layar kerja


3.  Command Toolbar


                                                                          Common Tools BAr               



   Move Layout Tool digunakan untuk memindahkan/menggeser workspace ke
                kanan atau ke kiri.
   Place Note Tool digunakan untuk menambahkan catatan di workspace.
   Delete Tool digunakan untuk menghapus device, catatan, objek, dan kabel.
   Inspect Tool digunakan untuk melihat tabel operasi/kerja device.
   Resize Tool digunakan untuk mengatur ukuran icon device di workspace.
   Add Simple PDU Tool digunakan untuk membuat paket ICMP antar device
   Add Complex PDU Tool digunakan untuk membuat pengubahan (custom)
               paket antar device
4.  Device-Type Selection Box
Bagian ini berisi kumpulan dari device dan link yang dapat digunakan di Cisco
Packet Tracer, seperti router, switch, hub, wireless device, connection, end device WAN emulation, custom made device, dan multiuser connection .

5. Device-Specific Selection Box
Bagian ini berisi tampilan komponen yang dapat digunakan saat memilih suatu
device.
6. Scenario Box 
Bagian ini mengijinkan user untuk membuat atau menghapus scenario jaringan.

             Cisco Packet Tracer merupakan program simulasi jaringan yang sangat cocok digunakan untuk media pembelajaran/pengenalan terhadap jaringan. Penggunaanya yang mudah dan fiturnya yang banyak membuat kita dengan mudah mengerti mengenai jaringan dan pada akhirnya simulasi yang dibuat akan diterapkan

Senin, 22 Februari 2016

Pengenalan Cisco Packet Tracer: Pengertian, Fungsi, Kegunaan

Pengenalan Cisco Packet Tracer: Pengertian, Fungsi, Kegunaan







Hai sobat,,,  ada pentingnya ketika sobat belajar Cisco Packet Tracer untuk mengetahui apa itu Cisco Packet Tracer?, apa kegunaan? dan apa fungsinya,,?. Nah, dibawah ini paparannya...


Pengertian

                  Packet Tracer adalah simulator alat-alat jaringan Cisco yang sering digunakan sebagai media pembelajaran dan pelatihan, dan juga dalam bidang penelitian simulasi jaringan komputer. Program ini dibuat oleh Cisco Systems dan disediakan gratis untuk fakultas, siswa dan alumni yang telah berpartisipasi di Cisco Networking Academy. Tujuan utama Packet Tracer adalah untuk menyediakan alat bagi siswa dan pengajar agar dapat memahami prinsip jaringan komputer dan juga membangun skill di bidang alat-alat jaringan Cisco.


Kegunaan

                 Packet Tracer biasanya digunakan siswa Cisco Networking Academy melalui sertifikasi Cisco Certified Network Associate (CCNA). Dikarenakan batasan pada beberapa fiturnya, software ini digunakan hanya sebagai alat bantu belajar, bukan seabagai pengganti Cisco routers dan switches.Packet Tracer memungkinkan siswa untuk merancang kompleks dan besar jaringan, yang sering tidak layak dengan hardware fisik, karena biaya. Packet Tracer biasanya digunakan oleh siswa CCNA Academy, karena tersedia untuk mereka secara gratis.


Fungsi
                Fungsinya adalah untuk merancang sebuah sistem atau topologi jaringan yang akan di terapkan pada dunia nyata/kerja, karena kalau kita merancang topologi jaringan komputer tanpa bantuan aplikasi seperti ini bisa  membutuhkan biaya yang mahal. Makanya cisco membuat aplikasi seprti ini agar orang dapat belajar tanpa membutuhkan biaya yang mahal.


               Packet Tracer adalah simulator jaringan cross-platform yang dirancang oleh Cisco Systems untuk berjalan di Mac OS, Linux dan Microsoft Windows. Sebuah aplikasi Android serupa juga tersedia. Packet Tracer memungkinkan pengguna untuk membuat topologi jaringan simulasi dengan menyeret dan menjatuhkan router, switch dan berbagai jenis lain dari perangkat jaringan. Sebuah koneksi fisik antara perangkat diwakili oleh "kabel" item. Packet Tracer mendukung sebuah array dari simulasi protokol Application Layer , serta dasar routing dengan RIP , OSPF , EIGRP , BDP , dengan luasan yang dibutuhkan oleh arus CCNA kurikulum. Pada versi 5.3, Packet Tracer juga mendukung Border Gateway Protocol , meskipun, protokol ini tidak diajarkan dalam kurikulum CCNA.

               Pada versi 6.2, Packet Tracer mendukung tertanam web server dengan JavaScript dan dukungan CSS. Baris perintah dapat digunakan untuk membuat sambungan router-to-pc. Versi 6.1.1 menambahkan dukungan untuk berbagai DHCP, EIGRP dan OSPF perintah, meningkatkan dukungan untuk kebijakan Firewall Zona Berbasis. Versi 6.0 menambahkan dukungan untuk iOS versi 15 dan Hot Standby Routing Protocol .

https://en.wikipedia.org/wiki/Packet_Tracer

Jumat, 05 Februari 2016

DOD Model / TCP/IP Model

DOD Model / TCP/IP Model

Assalamualaikum sobat.. sebelum menjurus ke DOD Model akan saya ingatkan apa itu TCP/IP...
            TCP (Transmission Control Protocol) dan IP (Internet Protocol) sebagai sekelompok protokol yang mengatur komunikasi data dalam proses tukar-menukar data dari satu komputer ke komputer lain di dalam jaringan internet yang akan memastikan pengiriman data sampai ke alamat yang dituju. 
 
             Pada postingan sebelumnya telah saya paparkan mengenai OSI Layer, pada postingan saya kali ini akan saya paparkan mengenai DOD Model. DOD Model merupakan nama lain dari Arsitektur model dari TCP/IP.
             
            Berdasarkan gambar disamping dapat diketahui bahwa sebenarnya Network-access-layer pada model DoD berhubungan dengan dua lapisan pada model OSI yaitu : physical-layer dan data-link-layer. Internet-layer pada model DoD berhubungan dengan network-layer pada model OSI. Host-to-host-layer pada modelDoD berhubungan dengan transport-layer pada model OSI. Process/Applcation-layer pada model DoD berhubungan dengan tiga lapisan pada model OSI yaitu : sessionlayer, presentation-layer dan application-layer. 


Berikut ini saya paparkan mengenai pengertian DOD Layer dan Lapisan-lapisannya.
            
                  Arsitektur TCP/IP tidaklah berbasis model referensi tujuh lapis OSI, tetapi menggunakan model referensi DARPA. Seperti diperlihatkan dalam diagram di atas, TCP/IP mengimplemenasikan arsitektur berlapis yang terdiri atas empat lapis.
Empat lapis ini, dapat dipetakan (meski tidak secara langsung) terhadap model referensi OSI. Empat lapis ini, kadang-kadang disebut sebagai DARPA Model, Internet Model, atau DoD Model, mengingat TCP/IP merupakan protokol yang awalnya dikembangkan dari proyek ARPANET yang dimulai oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

 Dibawah ini merupakan penjabaran tiap-tiap layernya:
1. Network Access
        Berfungsi mendefinisikan protokol-protokol dan hardware-hardware yang digunakan dalam pengiriman data. Pada layer ini terdapat protokol-protok seperti ethernet pada LAN, PPP pada WAN, dan juga Frame Relay.

2. Internet
      Internet Layer memiliki fungsi sebagai penyedia fungsi IP Addressing, routing, dan menentukan path terbaik. Internet Layer memiliki 1 protokol yaitu TCP/IP.

3. Transport
       Transport Layer berfungsi menyediakan servis yang akan digunakan oleh Application Layer. Mempunyai 2 protokol utama yaitu TCP dan UDP.

4. Application
     Berfungsi menyediakan servis-servis terhadap software-software yang berjalan pada komputer. Protokol-protokol yang beroperasi pada Application Layer: HTTP, FTP, POP3, SMTP, dll.

 
 
Sekian dan Semoga bermanfaat